Minggu, 18 Agustus 2013

cara membuat bom sederhana bom molotov}


~{cara membuat bom sederhana bom molotov}~

Sebelum membuat bom molotov, siapkan dulu bahan-bahannya:
  • Sumbu kompor atau kain yang bisa dijadikan sumbu
  • Korek Api
  • Bensin
  • Botol yang terbuat dari beling
Dan cara membuatnya seperti berikut:
  • Masukan bensin kedalam botol tersebut.
  • Masukkan sumbu kedalam lobang botol.
  • Nyalakan sumbu kompor dengan korek api
Nah, untuk menggunakannya cukup mudah yaitu dengan melemparkan botol yang telah diisi dengan bensin dan telah dinyalakan dengan korek api ke sasaran yang menjadi target tujuan kita. Bom tersebut akan otomatis meledak jika mengenai sasaran, dan akan mengeluarkan api yang cukup besar dan bisa membakar sekitar titik ledak bom.

Perlu diingat bahwa tutorial membuat bom ini semata-mata hanya sebatas untuk ilmu pengetahuan, tidak untuk mengajarkan kepada masyarakat membuat bom untuk hal-hal yang sifatnya melanggar hukum. Semoga bermanfaat.

~CARA MEMBUAT BOM MINI~
ALL SAYA MAU BAGI CARA MEMBUAT BOM MINI  YAITU KALIAN SEMUA HARUS MEMENUHI SARAT-SARAT BRIKUT INI :
>ALMUNIUM / ANTENA RADIO.
>KAIN.
>KOREK KAYU
>MINYAK TANAH
>PALU


===CARA MERAKIT MINI BOM===


>BENGKOKAN UJUNG ALMUNIUM DENGAN PALU/ BUMPAT SEBELAH KIRI ALMUNIUM.
>MASUKAN PENTOL KOREK API YANG BERWARNA MERAH.
>BENGKOKAN UJUNG ALMUNIUM DENGAN PALU/ BUMPAT SEBELAH KANAN ALMUNIUM.
>BUNTEL MINI BOM YANG SUDAH JADI DENGAN KAIN .
>CELUPKAN MINI BOM YANG SEDAH DI BUNTAL KAIN KEDALAM MINYAK TANAH .
 

===CARA MENGGUNAKAN MINI BOM===
 
>BAKAR SAJA MINI BOM YANG SUDAH GADI ATAU YANG SUDAH DI CELUPKAN KE MINYAK TANAH TUNGGU MINIMAL 1 MENIT NANTI MINI BOM TERSEBUT AKAN MELEDAK DENGAN SENDIRINYA .
....
UNTUK PERCOBAAN JAUHKAN DARI RUMAH ATAU BENDA YANG MUDAH TERBAKAR JANGAN DI SALAH GUNAKAN !  

Ciri ciri agama hindu budha


Ciri ciri agama hindu budha
1. Ajaran Agama Hindu
Sisetem kepercayaannya bersifat politeisme yaitu memuja banyak dewa, terutama memuja :
a. Dewa Brahmana (pencipta alam)
Dilukiskan dengan berkepala empat yang melihat kesegenap penjuru. Ini merupakan suatu kias yang menyatakan kebijaksanaan. Kendaraannya adalah burung Hansa. Istrinya bernama Sarasvati yaitu dewi kesenian.
b. Dewa Wishnu (Pemelihara Alam)
Diwujudkan sebagai dewa penyayang, sebagai penolong untuk menjaga dan menyelamatkan seluruh alam. Wisnu sering dilukiskan senantiasa berbaring diatas tempat tidurnya yaitu berupa seekor ular bernama Aranta yang berkepala seribu buah. Kendaraannya adalah burung Garuda. Istrinya bernama Lakhsmi yaitu dewi pemberi sumber kehidupan. Di Indonesia dikenal sebagai dewi Shri sebagai dewi kesuburan atau dewi padi.
c. Dewa Syiwa (perusak/pembinasa alam)
Diwujudkan sebagai dewa dalam bentuk wajah yang menakutkan yaitu Mahakala dengan tanda-tanda gambar tengkorak. Kendaraannya adalah Lembu Jantan Nandi. Istrinya bernama Darkati, Durga, Dewi Uma (memiliki banyak nama). Di Indonesia pada Candi Prambanan, Istri Syiwa disebut dengan Loro Jonggrang.
- Kitab Suci agama hindu : weda
- Upacara/hari besar agama hindu : upacara nyepi
- Penganut agama hindu : jenazah dibakar dalam upacara ngeben tujuannya agar rohani dan jasmani terpisah. Hindu percaya bahwa perpaduan Rohani dan jasmani melahirkan kehidupan Samsara (Sengsoro). Sungai Gangga dianggap keramat dari tempat pembakaran mayat dan Abunya dihanyutkan ke sungai tersebut. Sehingga leburlah dosa si mati itu.
Kitab Weda agama hindu ada 4 SAMHITA :
- Peg Weda : Syair pujian terhadap dewa-dewa
- Samo Weda : nyanyian-nyaian suci
- Yayur Weda : pujian doa-doa
- Atharwa Weda : Mantra-mantra gaib yang berisikan sihir (magiz)
Agama Hindu mengenal pembagian Kasta :
- Kasta Brahmana : golongan pendeta atau terpelajar. Golongan brahmana keluar dari mulut dewa Brahma adalah merupakan guru dari rakyat yang menggurui kehidupan masyarakat. Mereka dianggap sebagai kasta yang tertinggi memuja dewa-dewa dan memimpin upacara.
- Kasta Ksatria : golongan bangsawan/golongan prajurit. Golongan kesatria keluar dari tangan, berarti menjadi golongan pemerintah karena tangan diperlukan untuk meminggul senjata pada waktu penyerangan dan untuk menangkis serangan-serangan musuh. Tangan juga untuk menunjuk dan memerintah.
- Kasta Waisya : Golongan pedagang, seniman, rakyat biasa. Golongan Waisya keluar dari paha atau perutnya. Karena paha untuk membawa tubuh dari satu tempat ke tempat lain. Itulah maka golongan waisya menjadi golongan saudagar yang harus berkeliling dari satu tempat ke tempat orang lain.
- Kasta Sudra : Golongan budak atau pekerja kasar. Golongan sudra keluar dari telapak kakinya, karena telapak kaki adalah bagian tubuh yang paling rendah derajatnya. Oleh karena itu golongan Sudra wajib menjadi pelayan dan budah dari kasta-kasta yang lain.
2. Agama Budha
- Kitab suci agama budha : Tripitaka
- Upacara/ hari besar agama budha : waisyak
Agama budha dianjuri oleh : Sidharta Gautama seorang putra rama yang bernama Sudhodana dari kerajaan kapilawastu dan ibunya beranma Maya. Adapun ajaran dari agama Budha adalah :
- Tidak mengenal dewa
- Tidak mengenal pembagian kasta dalam masyarakat
Untuk dapat segera mencapai kelepasan dari Samsura, orang harus mengikuti 8 kebenaran yaitu
- Mempunyai pandangan yang benar atau ajaran
- Mempunyai niat yang benar atau sikap
- Berbicara yang benar atau tingkah laku
- Berbuat yang benar atau perbuatan
- Mempunyai penghidupan yang benar
- Berusaha yang benar atau usaha
- Memperhatikan pada hal-hal yang benar
- Bersemedi yang benar
Disamping itu setiap penganut Budha wajib melaksanakan tiga kebaktian (Tri dharma) yaitu :
- Berbakti kepada Sang Budha : tokoh yang membawa ajaran Budha
- Berbakti kepada Dharma : ajaran yang diajarkannya
- Berbakti kepada Sangglaa : masyarakat pengikutnya
Dalam perkembangan selanjutnya agama Budha terpecah dalam 2 aliran besar yaitu :
- Budha hinoyena : kendaraan kecil untuk mencapai nirwana orang harus berusaha pribadi atau perorangan
- Budha Mahoyana : Kendaraan besar untuk mencapai nirwana orang harus taat dan patuh kepada petunjuk-petunjuk pendeta.
Tempat-tempat suci agama Budha :
- Kapilawastu : tempat lahirnya
- Bodh Gaya : menerima wahyu
- Benares/sarrh : tempat mengajarkan agamanya
- Kusinagara : tempat jenajahnya dimakamkan

Cara Membuat Bakso


Cara Membuat Bakso

Tidak bisa dipungkiri memang Bakso sangat populer di kalangan masyarakat, bahkan tidak hanya dikenal dengan Bakso urat atau Bakso daging. Kini Bakso pun telah tersedia berbagai macam jenisnya, ada Bakso tahu, Bakso ikan, Bakso ayam ataupun Bakso yang lainnya. Namun sayang memang, saat ini dalam hal membeli Bakso kita juga harus berhati-hati, pasalnya saat ini tidak sedikit banyak penjual Bakso nakal yang memasukan bahan kimia ataupun daging yang tidak layak untuk dikonsumsi dimasukan ke dalam adonan Bakso. Maka dari itu mungkin sebagian masyrakat juga memilih untuk membuat Bakso sendiri.

Kali ini memang kami berkesempatan untuk memberikan ulasan mengenai cara membuat bakso yang enak dan juga lezat untuk anda semuanya. Tidak hanya cara membuat Bakso yang berbahan dasar daging sapi, tapi juga bakso yang dibuat dari bahan lainnya. Jadi lebih baik langsung kita simak saja beberapa resep cara membuat Bakso di bawah ini.

1. Cara Membuat Bakso Daging Sapi
Description: Cara Membuat Bakso Enak Dan Lezat

Bahan:
  • Daging sapi (300 gr)
  • Bawang putih goreng (5 btr)
  • Bawang merah goreng (5 btr)
  • Tepung kanji (150 gr)
  • Garam (1 sdt)
  • Lada bubuk (1 sdt)
  • Penyedap rasa
  • Air (2 liter)
  • Es batu (40 gr)

Cara Membuat:
  • Blender daging sapi, tepung kanji dan bumbu lainnya sampai halus. Lalu masukan es batu setengahnya, kemudian blender kembali sampai halus. Jika terasa kurang bisa menambahkan es batunya lagi.
  • Rebus air sampai mendidih.
  • Bentuk adonan yang tadi di blender sehingga terbentuk menjadi bulat. Membentuk adonan sendiri bisa dengan cara, ambil adonan bakso kemudian dikepal-kepal, tekan adonan hingga muncul di antara ibu jari dan telunjuk, kemudian ambil menggunakan sendok.
  • Masukan adonan bakso tersebut ke dalam air panas agar bakso tidak menempel satu dengan yang lainnya.
  • Setelah semua selesai, rebus adonan bakso yang telah dibentuk dengan api kecil.
  • Jika terlihat mengapung berarti bakso tersebut telah matang. Angkat, dan bakso pun siap untuk dihidangkan.
2. Cara Membuat Bakso Ikan
Description: Cara Membuat Bakso Enak Dan Lezat

Bahan:
  • Ikan fillet, tenggiri atau tuna (350 gr)
  • Tepung kanji (50 gr)
  • Telur (1 butir, putihnya saja)
  • Daun bawang (1 batang, iris tipis)
  • Garam ( 1/2 sdt)
  • Kaldu ayam (1/2 sdt)
  • Penyedap rasa
  • Es batu (100 gr)

Cara Membuat:
  • Cincang atau hancurkan ikan fillet dengan cara di blender
  • Masukan bumbu dan juga tepung kanji. Blender kembali sampai rata hingga kemudian masukan es batu sampai hancur dan lakukan sampai semua bahan tercampur dengan rata.
  • Buat adonan dengan tangan, tambahkan putih telur juga daun bawang sampai tercampur rata.
  • Siapkan air hangat, lalu bentuk adonan sehingga terbentuk bulat (caranya hampir sama dengan membentuk adonan bakso daging sapi).
  • Rebus adonan bakso ikan tersebut, jika matang maka bakso akan mengapung. Angkat dan bisa disajikan.
3. Cara Membuat Bakso Tahu
Description: Cara Membuat Bakso Enak Dan Lezat

Bahan:
  • Daging cincang (200 gr)
  • Tahu putih ukuran sedang (5 buah)
  • Tepung kanji (100 gr)
  • Bawang merah goreng (3)
  • Bawang putih goreng (3)
  • Garam (1/2 sdt)
  • Lada bubuk (1/2 sdt)
  • Daun bawang (1 batang, iris halus)
  • Penyedap rasa
  • Es batu (100 gr, hancurkan) 
Cara Membuat:
  • Cuci tahu kemudian belah dengan bentuk menjadi segitiga. Ambil bagian dalamnya sedikit dan haluskan bagian dalamnya.
  • Haluskan bumbu dan campurkan dengan daging cincang, tahu yang telah dihaluskan.
  • Tambahkan tepung kanji, lalu buat adonan dengan dengan tangan sampai merata.
  • Taburi daun bawang dan tambahkan es batu
  • Isi tahu yang telah diambil bagian dalamnya dengan adonan daging secukupnya, lalu kukus kurang lebih 30 menit.
  • Bisa langsung disajikan dengan kuah atau bisa dengan di goreng.
  • Jika ingin di goreng, balut bakso tahu dengan putih telur, dan goreng dengan minyak panas.
Untuk membuat bakso tahu ini bisa mengganti bahan daging dengan ikan atau daging ayam, lakukan sesuai selera.

Dalam hal menyajikan bakso rasanya kurang lengkap jika tanpa kuah bakso. Di bawah ini ada sedikit cara untuk membuat kuah bakso.

Bahan:
  • Air (5 liter)
  • Tulang sapi (250 gr)
  • Bawang merah (5 siung)
  • Bawang putih (5 siung)
  • Daun bawang (1 batang)
  • Gula pasir (1 sdt)
  • Kaldu bubuk (1 bungkus)
  • Garam (2 sdm)
  • Lada (1 sdt)
Cara Membuat:
  • Masak air beserta tulang sampai mendidih.
  • Goreng bawang merah dan bawang putih yang sebelumnya telah diiris, lalu haluskan.
  • Jika air telah mendidih, masukan semua bumbu. Diamkan sampai mendidih kembali.
  • Jika telah matang san sesuai selera, kecilkan api dan hidangkan dalam keadaan panas.
  • sajikan kuah bakso tersebut bersama beberapa pelengkap seperti mie, bihun, saus, kecap dan yang lainnya.

Cara berpakaian yang baik menurut Islam


Cara berpakaian yang baik menurut Islam
macam fungsi pakaian, yakni sebagai penutup aurat, untuk menjaga kesehatan, dan untuk keindahan. Tuntunan Islam mengandung didikan moral yang tinggi. Dalam masalah aurat, Islam telah menetapkan bahwa aurat lelaki adalah antara pusar samapi kedua lutut. Sedangkan bagi perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.

Mengenai bentuk atau model pakaian, Islam tidak memberi batasan, karena hal ini berkaitan dengan budaya setempat. Oleh karena itu, kita diperkenankan memakai pakaian dengan model apapun, selama pakaian tersebut memenuhi persyaratan sebagai penutup aurat.

Pakaian merupakan penutup tubuh untuk memberikan proteksi dari bahaya asusila, memberikan perlindungan dari sengatan matahari dan terpaan hujan, sebagai identitas seseorang, sebagai harga diri seseorang, dan sebuah kebutuhan untuk mengungkapkan rasa malu seseorang. Dahulu, pakaian yang sopan adalah pakaian yang menutup aurat, dan juga longgar sehingga tidak memberikan gambaran atau relief bentuk tubuh seseorang terutama untuk kaum wanita. Sekarang orang-orang sudah menyebut pakaian seperti itu sudah dibilang kuno dan tidak mengikuti mode zaman sekarang atau tidak modis. Timbul pakaian you can see atau sejenis tanktop, dll. Yang uniknya, semakin sedikit bahan yang digunakan dan semakin ketat pakaian tersebut maka semakin mahal pakaian tersebut. Ada seseorang yang berkata sedikit mengena, “Anak jaman sekarang bajunya kayak baju anak kecil, pantesan saya nyari baju anak rada susah, berebut ama orang dewasa.” Memang tidak salah dia mengatakan hal seperti itu, toh, itu memang kenyataan. Padahal jika kita tidak bisa menjaga aurat kita, kita akan kerepotan. Sangat tidak mungkin kita akan mengumbar aurat di depan umum, jika hal tersebut dilakukan, maka kita bisa disebut gila. Mau tidak anda disebut gila?

Anehnya, sekarang banyak kaum wanita terutama muslimah yang belomba-lomba untuk memakai pakaian yang katanya modis tersebut. Pakaian tersebut sebenarnya digunakan oleh para (maaf) PSK dan WTS untuk memikat pelanggan, akan tetapi seiring perkembangan waktu, fungsi pakaian tersebut sudah berubah untuk memikat lawan jenis, sehingga semakin terpikat lawan jenis, semakin banyak pula kasus tindakan asusila yang sering kita baca di media cetak, elektronik, atau mungkin kita pernah melihat atau mengalaminya sendiri. Pelecehan seksual ada di mana-mana. Tidakkah para mukminin dan mukminat telah diperintahkan oleh Allah di dalam kitab nan suci, al-Qur’an, surat Al-A’raf ayat 26: (lihat al-qur’an onlines di google)

Artinya: Hai, anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagaian dari tanda-tanda Kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS Al A’raf : 26)

Atau Q.S. Al-Ahzab ayat 59 yang artinya : (lihat al-qur’an onlines di google)

Artinya: Hai para Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al Ahzab : 29)

Tapi mengapa kaum hanya kaum wanita saja yang dibahas? Ya, karena wanita adalah manusia yang paling dijaga harga dirinya oleh Allah SWT. Sudah dijaga koq masih tidak bersyukur?

Coba pikirkan, sangat sayangnya Allah kepada wanita, Allah Yang Maha Penyayang sampai-sampai membahas hal-hal sekecil itu. Maka dari itu marilah kita menjaga harga diri wanita muslimah kita demi tercapainya masa depan yang cerah.

b. Adab Berpakaian

Islam melarang umatnya berpakaian terlalu tipis atau ketat (sempit sehingga membentuk tubuhnya yang asli). Kendati pun fungsi utama (sebagai penutup aurat) telah dipenuhi, namun apabila pakaian tersebut dibuat secara ketat (sempit) maka hal itu dilarang oleh Islam. Demikian juga halnya pakaian yang terlalu tipis. Pakaian yang ketat akan menampilkan bentuk tubuh pemakainya, sedangkan pakaian yang terlalu tipis akan menampakkan warna kulit pemakainya. Kedua cara tersebut dilarang oleh Islam karena hanya akan menarik perhatian dan menggugah nafsu syahwat bagi lawan jenisnya. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda:

صِنْقَانِ مِنْ اَهْلِ النَّارِ لَمْ اَرَهُمَا قَوْمٌ سِيَاطٌ كَا الاَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ . وَ نِسَاءٌ كَا سِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلاَتٌ رَؤَوْسَهُنَّ كَأَشْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلاَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَ لاَ يَخِذْ نَ رِيْحَهَا لَيُوْخَذُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذاً وَ كَذاً (رواه مسلم)

Artinya: “Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya, yaitu 1) kaum yang membawa cambuk seperti seekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam, 2) perempuan-perempuan yang berpakaian, tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka itu tidak bisa masuk surga dan tidak akan mencium bau surga padahal bau surga itu dapat tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian.” (HR Muslim)

Ada dua maksud yang menjadi kesimpulan pada hadits ini, yaitu sebagai berikut:

1.
1. Maksud kaum yang membawa cambuk seperti seekor sapi ialah perempuan-perempuan yang suka menggunakan rambut sambungan (cemara dalam bahasa jawa), dengan maksud agar rambutnya tampak banyak dan panjang sebagaimana wanita lainnya. Selanjutnya, yang dimaksud rambutnya seperti atau sebesar punuk unta adalah sebutan bagi wanita yang suka menyanggul rambutnya. Kedua macam cara tersebut (memakai cemara dan menyanggul) termasuk perkara yang tecela dalam Islam
2. Mereka dikatakan berpakaian karena memang mereka menempelkan pakaian pada tubuhnya, tetapi pakaian tersebut tidak berfungsi sebagai penutup aurat. Oleh karena itu, mereka dikatakan telanjang. Pada zaman modern seperti sekarang ini, amat banyak manusia (perempuan) mengenakan pakaian yang amat tipis sehingga warna kulitnya tampak jelas dari luar. Sementara itu banyak pula perempuan yang memakai pakaian relatif tebal, namun karena sangat ketat sehinga bentuk lekuk tubuhnya terlihat jelas. Kedua cara berpakaian seperti itu (terlampau tipis dan ketat) termasuk perkara yang dilarang dalam Islam.

Ciri-ciri pakaian wanita Islam di luar rumah ialah:

* Pakaian itu haruslah menutup aurat sebagaimana yang dikehendaki syariat.
* Pakaian itu tidak terlalu tipis sehingga kelihatan bayang-bayang tubuh badan dari luar.
* Pakaian itu tidak ketat atau sempit tapi longgar dan enak dipakai. la haruslah menutup bagian-bagian bentuk badan yang menggiurkan nafsu laki-laki.
* Warna pakaian tsb suram atau gelap seperti hitam, kelabu asap atau perang.
* Pakaian itu tidak sekali-kali dipakai dengan bau-bauan yang harum
* Pakaian itu tdak ‘bertasyabbuh’ (bersamaan atau menyerupai)dengan pakaian laki-laki yaitu tidak meniru-niru atau menyerupai pakaian laki-laki.
* Pakaian itu tidak menyerupai pakaian perempuan-perempuan kafir dan musyrik.
* Pakaian itu bukanlah pakaian untuk bermegah-megah atau untuk menunjuk-nunjuk atau berhias-hias.

Aurat perempuan yang merdeka (demikian juga khunsa) dalam sholat adalah seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan yang lahir dan batin hingga pergelangan tangannya. Oleh karena itu jika nampak rambut yang keluar ketika sholat atau nampak batin telapak kaki ketika rukuk dan sujud, maka batallah sholatnya.

Aurat perempuan merdeka di luar sholat Di hadapan laki-laki ajnabi atau bukan muhram

Yaitu seluruh badan. Artinya, termasuklah muka, rambut, kedua telapak tangan (lahir dan batin) dan kedua telapak kaki (lahir dan batin). Maka wajiblah ditutup atau dilindungi seluruh badan dari pandangan laki-laki yang ajnabi untuk mengelakkan dari fitnah. Demikian menurut mahzab Syafei.

Di hadapan perempuan yang kafir Auratnya adalah seperti aurat bekerja yaitu seluruh badan kecuali kepala, muka, leher, dua telapak tangan sampai kedua siku dan kedua telapak kakinya. Demikianlah juga aurat ketika di hadapan perempuan yang tidak jelas pribadi atau wataknya atau perempuan yang rosak akhlaknya.

Ketika sendirian, sesama perempuan dan laki-laki yang menjadi muhramnya Auratnya adalah di antara pusat dan lutut Walau bagaimanapun, untuk menjaga adab dan untuk memelihara dan berlakunya hal yang tidak diingini, maka perlulah ditutup lebih dari itu agar tidak menggiurkan nafsu. Ini adalah penting untuk menghindarkan fitnah.

Salah satu permasalahan yang kerap kali dialami oleh kebanyakan manusia dalam kesehariannya adalah melepas dan memakai pakaian baik untuk tujuan pencucian pakaian, tidur, atau yang selainnya. Sunnah-sunnah yang berkaitan dengan melepas dan memakai pakaian adalah sebagai berikut : Mengucapkan Bismillah. Hal itu diucapkan baik ketika melepas maupun memakai pakaian. Imam An-Nawawy berkata : “Mengucapkan bismillah adalah sangat dianjurkan dalam seluruh perbuatan”. Memulai Dengan Yang Sebelah Kanan Ketika Akan Memakai Pakaian. Berdasarkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Apabila kalian memakai pakaian maka mulailah dengan yang sebelah kanan”.

c. Kaum Lelaki Dilarang Memakai Cincin Emas dan Pakaian Sutra

Dalam hal ini, cincin emas dan pakaian sutra yang dipakai oleh kaum lelaki, Khalifah Ali r.a pernah berkata:

نَهَاتِى رَسُوْلُ اللهِ ص م عَنِ التَّخَتُمِ بِالذَّهَبِ وَ عَنْ لِبَاسِ الْقَسِّى وَ عَنْ لِبَاسِ الْمُعَصْفَرِ (رواه الطبرانى)

Artinya: “ Rasulullah SAW pernah melarang aku memakai cincin emas dan pakaian sutra serta pakaian yang dicelup dengan ashfar.” (HR Thabrani)

Yang dimaksud dengan ashfar ialah semacam wenter berwarna kuning yang kebanyakan dipakai oleh wanita kafir pada zaman itu. Ibnu umar meriwayatkan sebagai berikut:

رَأَى رَسُوْلُ اللهِ ص م عَلَيَّ ثَوْبَيْنِ مُعَصْفَرَيْنِ فَقَالَ : اِنَّ هَذِهِ مِنْ ثِيَابِ الْكُفَّارِ فَلاَ تَلْبَسْهَا

Artinya: “Rasulullah SAW pernah melihat aku memakai dua pakaian yang dicelup dengn ashfar maka sabda beliau: Ini adalah pakaian orang-orang kafir, oleh karena itu janganlah engkau pakai.”

Larangan bagi laki-laki memakai cincin emas dan pakaian dari sutra adalah suatu didikan moral yang tinggi. Allah telah menciptakan kaum lelaki yang memiliki naluri berbeda dengan perempuan, memiliki susunan tubuh yang berbeda dengan tubuh perempuan. Lelaki memiliki naluri untuk melindungi kaum perempuan yang relatif lemah kondosi fisiknya. Oleh sebab itu, sangat tidak layak kiranya apabila lelaki meniru tingkah laku perempuan yang suka berhias dan berpakaian indaah serta suka dimanja. Dari sisi lain, larangan ini sekaligus sebagai upaya pencegahan terhadap sikap hidup bermewah-mewahan, sementara masih banyak rakyat yang hidup dibawah garis kemiskinan.

3. Tata Krama Berhias

Pada hakikatnya Islam mencintai keindahan selama keindahan tersebut masih berada dalam batasan yang wajar dan tidak bertentangan dengan norma-norma agama.

Beberapa ketentuan agama dalam masalah berhias ini antara lain sebagai berikut:

1. Laki-laki dilarang memakai cincin emas

Sebagaimana larangan yang ditujukan oleh Rasulullah SAW terhadap Ali r.a

1. Jangan bertato dan mengikir gigi

Pada zaman jahiliyah banyak wanita Arab yang menato sebagian besar tubuhnya, muka dan tangannya dengan warna biru dalam bentuk ukiran. Pada zaman sekarang ini (khususnya di lingkungan masyrakat kita) bertato banyak dilakukan oleh kaum lelaki. Dengan bertato ini, mereka merasa mempunyai kelebihan dari orang lain.

Adapun yang dimaksud dengan mengikir gigi ialah memendekkan dan merapikan gigi. Mengikir gigi banyak dilakukan oleh kaum perempuan dengan maksud agar tampak rapi dan cantik. Rasulullah SAW bersabda;

لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ ص م اَلْوَاشِمَةَ وَ الْمُشْتَوْشِمَةَ وَ اْلوَاشِرَةَ وَ اْلمُشْتَوْشِرَةَ (رواه الطبرانى)

Artinya: “Rasulullah SAW melaknat perempuan yang menato dan yang minta ditato, yang mengikir gigi dan yang minta dikikir giginya.” (HR At Thabrani)

1. Jangan menyambung rambut

Selain hadits yang tersebut didepan (dalam hal menyambung rambut) terdapat pula riwayat sebagai berikut:

سَاَلَتْ اِمْرَاَةَ النَّبِيَّ ص م فَقَالَتْ يَا رَسُوِلُ اللهِ اِنَّ ابْنَتِي اَصَابَتْهَا الْحِصْيَةُ فَاَمْرَقَ شَعْرُهَا وَاِنِّي زَوَّجْتُهَا اَفَأَصِلُ فِيْهِ؟ فَقَالَ : لَعَنَ اللهِ الْوَاصِلَةَ وَ الْمُسْتَوْصِلَةَ (زواه البجارى)

Artinya: “Seorang perempuan bertanya kepada nabi SAW: Ya Rasulullah, sesunguhnya anak saya tertimpa suatu penyakit sehingga rontok rambutnya, dan saya ingin menikahkan dia. Apakah boleh saya menyambung rambutnya?. Rasulullah menjawab: Allah melaknat perempuan yang melaknat perempuan yang melaknat rambutnya.” (HR Bukhari)

1. Jangan berlebih-lebihan dalam berhias

Berlebih lebihan ialah melewati datas yang wajar dalam menikmati yang halal. Berhias secara berlebih-lebiha cenderung kepada sombong dan bermegah-megahan yang sangat tercela dalam Islam. Setipa muslim dan muslimat harus dapat menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat menyebabkan kesombongan, baik dalam berpakaian maupun dalam berhias bentuk yang lain. Memoles wajah dengan bahan make-up terlampau banyak serta menggunakan perhiasan emas pada leher, kedua tangan dan kedua kaki secara mencolok termasuk berlebih-lebihan. Perbuatan yang demikian itu tidak lain adalah bermaksud untuk menarik perhatian pihak lain, terutama lawan jenisnya. Apabila yang dimaksudkan adalah untuk menarik perhatian suaminya maka hal itu baik untuk dilakukan. Akan tetapi, apabila yang dimaksud itu semua orang (selain suami) maka hal itu termasuk perbuatan yang dialranga dalam Islam. Selain menjurus kepada sikap sombong, berlebih-lebihan termasuk perbuatan tabzir, sedangkan tabzir dilarang oleh Allah SWT. (lihat al-qur’an onlines di google)

Artinya: “26) Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. 27) Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS Al Isra : 26-27)

Bertatakrama Dalam Bertamu dan Menerima Tamu

4. Tata Krama Bertamu

Bertamu adalah salah satu cara untuk menyambung tali persahabatan yang dianjurkan oleh Islam. Islam memberi kebebasan untuk umatnya dalam bertamu. Tata krama dalam bertamu harus tetap dijaga agar tujuan bertamu itu dapat tercapai. Apabila tata krama ini dilanggar maka tujuan bertamu itu justru akan menjadi rusak, yakni merenggangnya hubungan persaudaran.. Islam telah memberi bimbingan dalam bertamu, yaitu jangan bertamu pada tiga waktu aurat.

Yang dimaksud dengan tiga waktu aurat ialah sehabis zuhur, sesudah isya’, dan sebelum subuh. Allah SWT berfirman: (lihat al-qur’an onlines di google)

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS An Nur : 58)

Ketiga waktu tersebut dikatakan sebagai waktu aurat karena waktu-waktu itu biasanya digunakan. Lazimnya, orang yang beristirahat hanya mengenakan pakaian yang sederhana (karena panas misalnya) sehingga sebagian dari auratnya terbuka. Apabila budak dan anak-anak kecil saja diharuskan meminta izin bila akan masuk ke kamar ayah dan ibunya, apalagi orang lain yang bertamu. Bertamu pada waktu-waktu tersebut tidak mustahil justru akan menyusahkan tuan rumah yang hendak istirahat, karena terpaksa harus berpakaian rapi lagi untuk menerima kedatangan tamunya.

5. Cara Bertamu yang Baik

Cara bertamu yang baik menurut Islam antara lain sebagai berikut:

1. Berpakaian yang rapi dan pantas

Bertamu dengan memakai pakaian yang pantas berarti menghormati tuan rumah dan dirinya sendiri. Tamu yang berpakaian rapi dan pantas akan lebih dihormati oleh tuan rumah, demikian pula sebaliknya. Allah SWT berfirman: (lihat al-qur’an onlines di google)

Artinya: “Jika kamu berbua baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri….” (QS Al Isra : 7)

1. Memberi isyarat dan salam ketika datang

Allah SWT berfirman: (lihat al-qur’an onlines di google)

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.” (QS An Nur : 27)

Diriwayatkan bahwa:

اِنَّ رَجُلاً اِسْتَأْذَنَ عَلى النَّبِيِّ ص م وَ هُوَ فِى بَيْتٍ فَقَالَ : “اَلِجُفَقَالَ النَّبِيُّ ص م لِجَادِمِهِ : اُخْرُجْ اِلَى هَذَا فَعَلِّمْهُ الاِسْتِأْذَانَ فَقَلَ لَهُ : قُلْالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ اَ اَدْخُلْفَسَمِعَهُ الرِّجَلْ فَقُلْالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ اَ اَدْخُلْفَاَذِنَ النَّبِيُّ ص م قَدْ دَخَلَ (رواه ابو داود)

Artinya: “Bahwasanya seorang laki-laki meminta izin ke rumah Nabi Muhammad SAW sedangkan beliau ada di dalam rumah. Katanya: Bolehkah aku masuk? Nabi SAW bersabda kepada pembantunya: temuilah orang itu dan ajarkan kepadanya minta izin dan katakan kepadanya agar ia mengucapkan “Assalmu alikum, bolehkah aku masuk” lelaki itu mendengar apa yang diajarkan nabi, lalu ia berkata “Assalmu alikum, bolehkah aku masuk?” nabi SAW memberi izin kepadanya maka masuklah ia. (HR Abu Daud)

1. Jangan mengintip ke dalam rumah

Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Dari Sahal bin Saad ia berkata: Ada seorang lelaki mengintip dari sebuh lubang pintu rumah Rasulullah SAW dan pada waktu itu beliau sedang menyisir rambutnya. Maka Rasulullah SAW bersabda: “Jika aku tahu engkau mengintip, niscaya aku colok matamu. Sesungguhnya Allah memerintahkanuntuk meminta izin itu adalah karena untuk menjaga pandangan mata.” (HR Bukhari)

1. Minta izin masuk maksimal sebanyak tiga kali

Jika telah tiga namun belum ada jawaban dari tuan rumah, hendaknya pulang dahulu dan datang pada lain kesempatan.

1. Memperkenalkan diri sebelum masuk

Apabila tuan rumah belum tahu/belum kenal, hendaknya tamu memperkenalkan diri secara jelas, terutama jika bertamu pada malam hari. Diriwayatkan dalam sebuah hadits yang artinya: “dari Jabir ra Ia berkata: Aku pernah datang kepada Rasulullah SAW lalu aku mengetuk pintu rumah beliau. Nabi SAW bertanya: “Siapakah itu?” Aku menjawab: “Saya” Beliau bersabda: “Saya, saya…!” seakan-akan beliau marah” (HR Bukhari)

Kata “Saya” belum memberi kejelasan. Oleh sebab itu, tamu hendaknya menyebutkan nama dirinya secara jelas sehingga tuan rumah tidak ragu lagi untuk menerima kedatangannya

1. Tamu lelaki dilarang masuk kedalam rumah apabila tuan rumah hanya seorang wanita

Dalam hal ini, perempuan yang berada di rumah sendirian hendaknya juga tidak memberi izin masuk tamunya. Mempersilahkan tamu lelaki ke dalam rumah sedangkan ia hanya seorang diri sama halnya mengundang bahay bagi dirinya sendiri. Oleh sebab itu, tamu cukup ditemui diluar saja.

1. Masuk dan duduk dengan sopan

Setelah tuan rumah mempersilahkan untuk masuk, hendajnya tamu masuk dan duduk dengan sopan di tempat duduk yang telah disediakan. Tamu hendaknya membatasi diri, tidak memandang kemana-mana secara bebas. Pandangan yang tidak dibatasi (terutama bagi tamu asing) dapat menimbulkan kecurigaan bagi tuan rumah. Tamu dapat dinilai sebagai orang yang tidak sopan, bahkan dapat pula dikira sebagai orang jahat yang mencari-cari kesempatan. Apabila tamu tertarik kepada sesuatu (hiasan dinding misalnya), lebih ia berterus terang kepada tuan rumah bahwa ia tertarik dan ingin memperhatikannya.

1. Menerima jamuan tuan rumah dengan senang hati

Apabila tuan rumah memberikan jamuan, hendaknya tamu menerima jamuan tersebut dengan senang hati, tidak menampakkan sikap tidak senang terhadap jamuan itu. Jika sekiranya tidak suka dengan jamuan tersebut, sebaiknya berterus terang bahwa dirinya tidak terbiasa menikmati makanan atau minuman seperti itu. Jika tuan rumah telah mempersilahkan untuk menikmati, tamu sebaiknya segera menikmatinya, tidak usah menunggu sampai berkali-kali tuan rumah mempersilahkan dirinya.

1. Mulailah makan dengan membaca basmalah dan diakhiri dengan membaca hamdalah

Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits yang artinya: “Jika seseorang diantara kamu hendak makan maka sebutlah nama Allah, jika lupa menyebut nama Allah pada awalnya, hendaklah membaca: Bismillahi awwaluhu waakhiruhu.” ( HR Abu Daud dan Turmudzi)

1. Makanlah dengan tangan kanan, ambilah yang terdekat dan jangan memili

Islam telah memberi tuntunan bahwa makan dan minum hendaknya dilakukan dengan tangan kanan, tidak sopan dengan tangan kiri (kecuali tangan kanan berhalangan). Cara seperti ini tidak hanya dilakukan saat bertamu saja. Mkelainkan dalam berbagai suasana, baik di rumah sendiri maupun di rumah orang lain

1. Bersihkan piring, jangan biarkan sisa makanan berceceran

Sementara ada orang yang merasa malu apabila piring yang habis digunakan untuk makan tampak bersih, tidak ada makann yang tersisa padanya. Mereka khawatir dinilai terlalu lahap. Islam memberi tuntunan yang lebih bagus, tidak sekedar mengikuti perasaan manusia yang terkadang keliru. Tamu yang menggunakan piring untuk menikmati hidangan tuan rumah, hendaknya piring tersebut bersih dari sisa makanan. Tidak perlu menyisakan makanan pada pring yang bekas dipakainya yang terkadang menimbulkan rasa jijik bagi yang melihatnya.

1. Segeralah pulang setelah selesai urusan

Kesempatan bertamu dapat digunakan untuk membicarakan berbagai permasalahan hidup. Namun demikian, pembicaraan harus dibatasi tentang permasalahan yang penting saja, sesuai tujuan berkunjung. Hendaknya dihindari pembicraan yang tidak ada ujung pangkalnya, terlebih membicarakan orang lain. Tamu yang bijaksana tidak suka memperpanjang waktu kunjungannya, ia tanggap terhadap sikap tuan rumah. Apabila tuan rumah tekah memperhatikan jam, hendaknya tamu segera pamit karena mungkin sekali tuan rumah akan segera pergi atau mengurus masalah lain. Apabila tuan ruamh menghendaki tamunya untuk tetap tinggal dahulu, hendaknya tamu pandai-pandai membaca situasi, apakah permintaan itu sungguh-sungguh atau hanya sekadar pemanis suasana. Apabila permintaan itu sungguh-sungguh maka tiada salah jika tamu memperpanjang masa kunjungannya sesuai batas kewajaran.

6. Lama Waktu Bertamu Maksimal Tiga Hari Tiga Malam

Terhadap tamu yang jauh tempat tinggalnya, Islam memberi kelonggaran bertamu selama tiga hari tiga malam. Waktu twersebut dikatakan sebagai hak bertamu. Setelah waktu itu berlalu maka habislah hak untuk bertamu, kecuali jika tuan rumah menghendakinya. Dengan pembatasan waktu tiga hari tiga malam itu, beban tuan rumah tidak telampau berat dalam menjamu tamuhnya.

7. Tata Krama Menerima Tamu

a. Kewajiban Menerima Tamu

Sebagai agama yang sempurna, Islam juga memberi tuntunan bagi uamtnya dalam menerima tamu. Demikian pentingnya masalah ini (menerima tamu) sehingga Rasulullah SAW menjadikannya sebagai ukuran kesempurnaan iman. Artinya, salah satu tolak ukur kesempurnaan iman seseorang ialah sikap dalam menerima tamu. Sabda Rasulullah SAW:

مَنْ كَاَنَ يُؤْمِنُ بِا اللهِ وَالْيَوْمِ الاَخِرِ فَالْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ (رواه البخارى)

Artinya: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya.” (HR Bukhari)

b. Cara Menerima Tamu yang Baik

1) Berpakaian yang pantas

Sebagaimana orang yang bertamu, tuan rumah hendaknya mengenakan pakaian yang pantas pula dalam menerima kedatangan tamunya. Berpakaian pantas dalam menerima kedatangan tamu berarti menghormati tamu dan dirinya sendiri. Islam menghargai kepada seorang yang berpakaian rapih, bersih dan sopan. Rasululah SAW bersabda yang artinya: “Makan dan Minunmlah kamu, bersedekahlah kamu dan berpakaianlah kamu, tetapi tidak dengan sombong dan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah amat senang melihat bekas nikmatnya pada hambanya.” (HR Baihaqi)

2) Menerima tamu dengan sikap yang baik

Tuan rumah hendaknya menerima kedatangan tamu dengan sikap yang baik, misalnya dengan wajah yang cerah, muka senyum dan sebagainya. Sekali-kali jangan acuh, apalagi memalingkan muka dan tidak mau memandangnmya secara wajar. Memalingkan muka atau tidak melihat kepada tamu berarti suatu sikap sombong yang harus dijauhi sejauh-jauhnya.

3) Menjamu tamu sesuai kemampuan

Termasuk salah satu cara menghormati tamu ialah memberi jamuan kepadanya.

4) Tidak perlu mengada-adakan

Kewajiban menjamu tamu yang ditentukan oleh Islam hanyalah sebatas kemampuan tuan rumah. Oleh sebab itu, tuan rumah tidak perlu terlalu repot dalam menjamu tamunya. Bagi tuan rumah yang mampu hendaknya menyediakan jamuan yang pantas, sedangkan bagi yang kurang mampu henaknya menyesuaikan kesanggupannya. Jika hanya mampu memberikan air putih maka air putih itulah yang disuguhkan. Apabila air putih tidak ada, cukuplah menjamu tamunya dengan senyum dan sikap yang ramah

5) Lama waktu

Sesuai dengan hak tamu, kewajiban memuliakan tamu adalah tiga hari, termasuk hari istimewanya. Selebihnya dari waktu itu adalah sedekah baginya. Sabda Rasulullah SAW:

اَلضِّيَافَةُ ثَلاَثَةُ اَيَّامٍ فَمَا كَانَ وَرَاءَ ذَالِكَ فَهُوَ صَدَقَةُ عَلَيْهِ (متفق عليه)

Artinya: “ Menghormati tamu itu sampai tiga hari. Adapun selebihnya adalah merupakan sedekah baginya,.” (HR Muttafaqu Alaihi)

6) Antarkan sampai ke pintu halaman jika tamu pulang

Salah satu cara terpuji yang dapat menyenangkan tamu adalah apabila tuan rumah mengantarkan tamunya sampai ke pintu halaman. Tamu akan merasa lebih semangat karena merasa dihormati tuan rumah dan kehadirannya diterima dengan baik.

c. Wanita yang sendirian di rumah dilarang menerima tamu laki-laki masuk ke dalam rumahnya tanpa izin suaminya

Larangan ini bermaksud untuk menjaga fitnah dan bahaya yang mungkin terjadi atas diri wanita tersebut. Allah berfirman: (lihat al-qur’an onlines di google)

Artinya: ”…Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada SAW lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena SAW telah memelihara (mereka)…” (QS An Nisa : 34

Rasulullah SAW bersabda;

اَلْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِى بَيْتِ زَوْجِهَا وَ هِيَ مَسْئُوْلَةٌ عَنْ رَاعِيَتِهَا (رواه احمد و البجارى و مسلم و ابو داود و الترمدى و ابن عمر)

Artinya: “ Wanita itu adalah (ibarat) pengembala di rumah suaminya. Dia akan ditanya tentang pengembalaannya (dimintai pertanggung jawaban).” (HR Ahmad, bukhari, Muslim, Abu Daud, Turmudzi dan Ibnu Umar)

Oleh sebab itu, tamu lelaki cukup ditemui diluar rumah saja, atau diminta datang lagi (jika perlu) saat suaminya telah pulang bekerja. Membiarkan tamu lelaki masuk ke dalam rumah padahal dia (wanita tersebut) hany seorang diri, sama saja dengan membuka peluang besar akan timbulnya bahaya bagi diri sendiri. Bahaya yang dimaksud dapat berupa hilangnya harta dan mungkin sekali akan timbul fitnah yang mengancam kelestarian rumah tangganya.